Selain Indomie, TAIWAN Juga Cekal Permen dan Gula RI

On Sabtu, 30 Oktober 2010 0 komentar

JAKARTA, KOMPAS.com — Rupanya tidak hanya mi instan yang tak bisa masuk Taiwan lantaran mengandung bahan pengawet. Gula merah dan permen merek tertentu dari Indonesia juga dilarang masuk Taiwan. Tudingannya sama saja, yaitu mengandung bahan berbahaya.

“Untuk gula merah ditemukan mengandung pemutih sehingga tidak bisa masuk Taiwan,” kata Bambang Mulyatno, Kepala Bidang Perdagangan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) untuk Taipei di sela-sela rapat kerja di Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (11/10/2010). Adapun untuk permen, pihak Departemen Kesehatan Taiwan juga menemukan adanya bahan berbahaya yang tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat Taiwan.

Temuan kandungan pemutih pada gula merah dan permen yang bermasalah tersebut pernah terjadi sebelumnya. Langkah penyelesaiannya, kedua negara tengah melangsungkan tahap konsultasi. “Mereka (otoritas berwenang Taiwan) sudah kirim pertanyaan dan juga sudah kami jawab. Baru sebatas tanya-jawab seperti ini yang dilakukan,” ungkap Bambang yang datang ke Indonesia untuk menghadiri rapat kerja di DPR tersebut.

Untuk menghadapi tudingan Taiwan ini, Bambang mengimbau produsen makanan dan minuman agar mengatur barisan. Ia juga meminta agar pelaku usaha pro-aktif dan mau saling bekerja sama untuk menyelesaikan kasus temuan bahan berbahaya pada makanan yang diekspor ke Taiwan tersebut.

“Dibutuhkan keseriusan, termasuk produsen dan asosiasi juga, serta pihak yang berkompeten untuk menindaklanjutinya,” ungkap Bambang.
http://bisniskeuangan.kompas.com/rea....dan.Gula.RI-8

Durian Termahal di Dunia dari Kotoran Gajah

On Jumat, 22 Oktober 2010 0 komentar

VIVAnews -- Ini kedengarannya menjijikan: durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Hah?

Ini makanan kedua yang datang dari 'kotoran hewan.

Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak -- yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan 'Durian Gajah' itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian.

Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam -- durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian -- sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan 'Orang Asli'.

Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam -- membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu.

"Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal," kata Chor, seperti dimuat situs  New Straits Times, Jumat 22 Oktober 2010.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.

"Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya."

Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.

Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi  afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual -- setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan 'Durian Gajah' makin tinggi dan harganya terus meningkat.

sumber : vivanews.com

Paten Temulawak 'Diserobot' Amerika

On 0 komentar

VIVAnews - Temulawak, yang biasa dijadikan bahan jamu baik industri maupun tradisional--termasuk jamu gendong di desa-desa--sudah dipatenkan. Sialnya, itu bukan dilakukan oleh Indonesia, melainkan Amerika Serikat.

Ini disampaikan Koordinator Masyarakat Bangga Produk Indonesia, Alvin Lie. Kata dia, industri jamu tradisional terancam. "Apa jadinya industri jamu kalau digugat AS? Mau di bawa ke mana industri jamu kita?" kata dia di ruang pers DPR, Senayan, Kamis, 21 Oktober 2010.

Temulawak yang bernama latin Curcuma xanthorrhiza selama ini dikenal sebahai anti inflamasi, anti hepatotosik, anti radang, obat empedu, sembelit, wasir, diare, juga kanker.

Bahkan ada obat untuk kanker produksi luar negeri yang menggunakan bahan temulawak asal Indonesia. Meski demikian, masih banyak kalangan dalam negeri yang tidak mengetahui hal itu.

Alvin Lie mendesak  pemerintah segera bertindak untuk membela produk-produk industri dalam negeri. Menurutnya, ini bukan kasus pertama. Sebelumnya, kerajinan tangan tempurung kelapa yang merupakan kerajinan khas Indonesia juga dipatenkan oleh seorang warga negara Prancis yang jadi mitra pengrajin di Indonesia. Kasus ini terungkap Mei 2010 lalu.
• VIVAnews

sumber : vivanews.com

WIDURI WATER PARK

On Selasa, 19 Oktober 2010 0 komentar

SPRAY GROUND / WATER PLAYGROUND



Wahana khusus diciptakan untuk menceriakan dan menambah pengalaman anak – anak pada permainan air. Dengan berbagaimacam jenis seluncuran yang disajikan baik itu yang berbentuk terowongan maupun jalan yang diperciki seperti air hujan, membuat mereka enggan untuk beranjak, salah satu yang menarik adalah menara air, dimana tempat berbentuk tokoh kartun yang sewaktu waktu akan menyiram air di bawahnya.






WATERGLIDER ( WATER SLIDES )
Bagi anda yang menyukai tantangan, coba yang satu ini. Wahana seluncur, dengan tinggi menara 11 M nerupakan seluncur tertinggi diantara yang lain, wahana yang memiliki tiga seluncur ini, akan memacu adrenalinmu, sambil berlomba dengan teman. Seluncur yang dibuat berkelok – kelok membuat kita seakan menaiki roller coster.



KOLAM ARUS ( LAZY RIVERS )
Sebagai wahana mainan air bagi pengunjung yang ingin melakukan relaksasi setelah seharian menikmati permainan, dengan menaiki pelampung yang disediakan,pengunjung di bawa mengitari areal waterboom selayaknya kapal yang sedang berlayar dilautan, sambil bercengkrama dengan teman dan melihat pemandangan yang indah.










DERMAGA
Sebuah wahana yang dibuat memanjang hingga mencapai ± 250 Meter kearah laut, membuat kita seakan berjalan diatas lautan, sambil memanjakan mata pengunjung akan keindahan laut di pantai Widuri sambil menanti SUNSET atau SUNRISE, atau bagi penggemar memancing. Nantinya wahana ini tidak hanya untuk penikmat pemandangan, tetapi juga akan disediakan kapal dan jetski yang akan menambah petualangan.

Bahaya Fluoride dalam Pasta Gigi

On 0 komentar

Di Indonesia, pasta gigi mengandung fluoride mulai muncul sekitar tahun 70-an. Fluoride yang banyak digunakan jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan kadar yang 250 hingga 800 ppm. Secara detail, fluor merupakan salah satu bahan pasta gigi berfungsi memberikan efek deterjen sebagai satu dari tiga bahan utamanya disamping bahan abrasi sebagai pembersih mekanik permukaan gigi dan pemberi rasa segar pada mulut, sementara bahan lainnya sodium bikarbonat dan baking soda sebagai alkalin untuk mengurangi keasaman plak dan mencegah pembusukan, sedangkan pemutih, pemberi rasa dan sebagainya merupakan bahan tambahan pada racikan pasta tersebut.

Dengan efek tersebut, fluoride berfungsi melapisi struktur gigi dan ketahanannya terhadap proses pembusukan serta pemicu proses mineralisasi. Unsur kimia dalam zat ini mengeraskan email gigi pada persenyawaannya. Begitupun, sejak dulu efek kerugiannya juga sudah dipublikasikan secara luas yakni bahayanya bila tertelan dan karena itu juga kita tidak diajarkan menelan pasta gigi.

Kadar penggunaannya memiliki ambang batas yang bisa membahayakan dari efek paparan bila digunakan berlebihan dan tidak sesuai anjuran. Dari literatur yang ada, fluoride dalam kadar berlebihan berakibat sebaliknya dan harus diawasi terutama pemberian terhadap anak-anak yang cenderung menelan odol pada waktu menyikat gigi karena rasa segar yang didapat apalagi bila ditambah perasa tertentu. Bukan hanya dari pasta gigi, kandungan fluoride juga bisa didapat dari konsumsi makanan tertentu dan tersedia dalam bentuk suplemen yang justru sasaran pemberiannya anak-anak.

Bahaya Fluoride
Dari sejumlah berita yang beredar beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan pada pembuatan bom atom. Efek racun kimiawi yang dipaparkan lewat penemuan ini mendorong para peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta gigi, kemudian banyak berita mempublikasikan efek samping dan bahaya fluoride dalam memicu osteoporosis dan kerusakan sistem saraf terutama pada penggunaan yang salah.

Sekitar awal tahun 2000‚ pemerintah Belgia menjadi pihak pertama melarang peredaran tablet dan permen mengandung fluoride yang selama ini dianjurkan pemberiannya pada anak-anak untuk menguatkan gigi mereka. Riset lain dari Swedia menyorot kecenderungan anak untuk menelan pasta gigi secara tak sengaja melalui air ludah bekas sikat gigi yang kerap memicu kasus overdosis fluoride dan menimbulkan gangguan seperti banyaknya pengeluaran ludah, tumpulnya indera perasa di sekitar mulut sampai ke gangguan pernafasan bahkan kanker.

Keadaan terhambatnya penyerapan kalsium sebagai salah satu manifestasi efek sampingnya juga dikenal dengan istilah fluorosis yang bisa berakibat lanjut pada penurunan IQ, gangguan sistem saraf dan kekebalan tubuh serta kerapuhan tulang dan terhambatnya pertumbuhan.

Di beberapa negara, anjuran penggunaannya sudah dibatasi untuk usia diatas 5 tahun. Di Indonesia telah dihimbau penggunaannya dalam tiap tube pasta gigi tidak lebih dari 500 ppm dari sebelumnya sekitar 1000-1500 ppm dan mengikuti antisipasinya untuk mengurangi penambah rasa sebagai pencegah anak-anak agar tak menelan pasta gigi tersebut.

Di luar kemungkinan pemberitaan efek fluoride ini sebagai fakta, mungkin tak perlu buru-buru menjadi terlalu resah dan was-was menggunakan produk pasta gigi yang mengan-dung fluoride sejauh kadarnya masih di bawah ambang batas yang dianjurkan. Kesadaran konsumen untuk memilih produk masih tetap bisa dilaksanakan, paling tidak untuk memilih pasta gigi dengan kadar fluoride rendah, dan mungkin, dengan adanya pro dan kontra ini salah satu antisipasi terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaannya.

sumber: http://www.infogigi.com/info-gigi/bahaya-fluoride-dalam-pasta-gigi.html

Kerajinan Sapu Glagah

On 0 komentar

Industri kerajinan Sapu Glagah merupakan kerajinan yang menjadi andalan di Kecamatan Watukumpul khususnya bagi warga Majalangu, kerajinan Sapu Glagah telah ada sejak lama dan merupakan kerajina turun temurun bagi masyarakat Majalangu.

Industri kerajinan sapu glagah di samping untuk memenuhi kebutuhan lokal telah menembus pasar Internasional. Pemasaran produk sapu glagah untuk dalam negeri tersebar di seluruh kota-kota besar di pulau Jawa seperti Cirebon, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Purwokerto, Surabaya dan Karawang. Sedangkan untuk tujuan Ekspor meliputi Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Taiwan, Jepang dan Thailand.

Produk sapu glagah terdiri dari 2 jenis menurut kegunaannya, yaitu sapu meja dan sapu lantai. Sapu lantai sendiri ada beberapa macam produk seperti sapu X, sapu jengki, dan sapu rayung arjuna. Dan masih ada nama-nama yang lain yang belum di sebutkan karena keterlambatan informasi yang masuk ke redaktur.

Resep Grombyang Pemalang

On 0 komentar

ANDA yang pernah ke Pemalang pasti tahu masakan yang satu ini, grombyang. Ya, grombyang adalah makanan khas Pemalang yang paling terkenal. Dan grombyang Pemalang menjadi semakin istimewa karena tidak dapat ditemukan di manapun kecuali di Pemalang.



Bukan itu saja keistimewaan grombyang Pemalang. Konon, grombyang bakal terasa lebih nikmat jika dimasak oleh orang Pemalang sendiri. Biarpun mengetahui resep rahasia Haji Warso yang grombyangnya terkenal paling enak sekalipun, kalau bukan orang Pemalang yang memasak rasanya akan lain. Benar atau tidak? Kenapa tidak dibuktikan sendiri karena Pemalang Post menghadirkan resepnya untuk Anda di sini. Selamat mencoba.

Bahan-bahan:
- 500 gr daging sandung lamur
- 400 gr iga sapi
- 2500 ml air
- 2 lembar daun salam
- 4 sendok teh garam
- 4 sendok teh gula merah sisir
- 1 batang daun bawang diiris halus
- 4 sendok makan minyak untuk menumis
- 2 batang serai diambil putihnya (dimemarkan)
- 4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu halus:
- 7 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 0,5 sendok teh merica
- 2 buah keluwek diseduh
- 1,5 sendok teh ketumbar
- 50 gr kelapa parut disangrai
- 1 cm jahe dan 2 cm kunyit dibakar

Bahan sambal cabai rawit:
- 2 siung bawang putih
- dan 1/8 sendok teh garam
- 15 buah cabai rawit merah

Cara Membuat:



1.Rebus daging, iga sapi, air, serai, dan daun salam sampai empuk. Angkat. Ukur 2000 ml air kaldunya. Potong-potong daging dan iga sapi. Didihkan lagi.


2.Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang rebusan daging. Masukkan garam dan gula merah. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.


3.Sambal cabai rawit: rebus cabai rawit merah dan bawang putih sampai layu. Angkat dan tiriskan. Tambahkan garam. Haluskan.


4.Sajikan dengan cabai sambal cabai rawit dan taburan bawang merah goreng.




*Resep ini untuk 6 porsi.

Powered by Blogger