Tampilkan postingan dengan label artikel bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel bisnis. Tampilkan semua postingan

BUSINESS PLAN

On Selasa, 04 Januari 2011 0 komentar

Rencana Usaha/ Business Plan

Cara Membuat Rencana Usaha/ Business Plan
Apa itu Business Plan (BP)?
Deskripsi masa depan bisnis, menjelaskan visi-misi, apa dan bagaimana (5W+1H) rencana bisnis, dengan kondisi, potensi, bahan baku yang ada, focus, cara menjalankan usaha dan memperoleh BEP.
Apa gunanya BP?
Untuk mencari calon investor, pinjaman modal dari bank, prospek bisnis baru, hubungan dengan supplier, jual saham/ share, pengertian bagi pengelola usaha, Rapat Tahunan perusahaan/ Company yearly meeting, menarik manager inti, “controlling tools” perjalanan bisnis masih dalam koridor yang benar.
Bisnis Plan sering digunakan oleh skema distributor MLM, agen asuransi, member broker property, agen penjualan investasi bursa berjangka, sistem keagenan yang serupa, tidak mengandung indikasi skema money game, arisan berantai, ataupun skema piramid.
Komponen BP
Maksud - Tujuan bisnis, Strategi pencapainya, Masalah yang dihadapi dan cara mengatasi, Struktur organisasi (jabatan dan tanggung jawab), Modal pembiayaan, Cara menjalankan bisnis hingga mencapai break even.
Fungsi BP (Roles of Business Plan)
Mengolah potensi teknis seperti keahlian, produk dll. (technical input) menjadi keluaran ekonomi seperti proyeksi keuntungan, market, dll. (economic output).

Konten BP (Structure of Business Plan)
1. Executive summary
Penjelasan singkat langkah rencana bisnis dan profil perusahaan§ dituangkan dalam bentuk narasi: visi misi, maksud tujuan, pencapaian, keuntungan, dll.
2. Deskripsi Bisnis
• Introduction: Deskripsi dokumen, tujuan buat siapa dokumen ini, Kenapa, oleh siapa dan kapan dibuat, langkah yang dikerjakan, dll.
• Table of Content: Daftar isi dokumen.
• Fact Sheet: Informasi data-data perusahaan, nama perusahaan, Struktur organisasi, legalitas, lokasi, bentuk usaha, nilai investasi, ROI (return of investment), promotor, auditor, dll.
• Organization: Pemilik perusahaan / komisaris, Direksi, Manager, posisi, tingkat pendidikan, pengalaman, success story, potensi masa depan SDM, organisasi dan data lain yang mendukung
• Legal: aspek legal / hukum
3. Strategi pasar, Analisis kompetitif:
Market Analysis: Membahas dan menganalisa konsumen§ potensial, analisa situasi pasar, pelanggan sebab apa mereka mau membeli?, persaingan yang dihadapi dan memposisikan untuk memenangkannya, proses distribusi, promosi, penjualan
4. Rencana Desain dan Pengembangan:
Business Concept: Penjelasan rinci industri yang digeluti,§ struktur bisnis, produk dan jasa yang ditawarkan, konsep yang dijalankan, Unique Selling Proposition, Ide dasar unique, keunggulan dengan pebisnis lain, kesempatan yang didapat, kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dan bagaimana rencana untuk mensukseskan bisnis dll.
5. Rencana Operasi dan Manajemen:
Operation: Input material, Proses produksi, Output produk,§ Hulu - Hillir
6. Faktor-faktor keuangan:
Financials: Situasi§ keuangan perusahaan, mencakup estimasi pendapatan, Income statement, Balance sheet/ neraca, Cash flow/ arus kas dan ratio keuangan, lainnya, seperti analisis break even point (BEP). bantuan seorang akuntan dan program software spreadsheet.
Kiat BP yang menjual
BP harus menarik bagaimana cara menulis dan menyusunnya. Menuangkan ide bisnis yang brilian, ikuti pedoman yang telah disepakati secara umum dalam dunia bisnis. Tips atan dalam penyusunan business plan :
• Menarik, Mudah dimengerti
• Menyusun kalimat ringkas, efisien
• Bahasa dan kata-kata yang sederhana, susun dengan model “conversation” atau komunikasi – interaktif. (“bahasa investor”, “bahasa perbankan” ataupun “bahasa client”)
• Tujuan jelas, menyampaikan fakta, ide relevan, Visible, tercapai dengan cepat
• Pergunakan gambar, foto dan grafik, visual, data nyata/ otentik/ original
“A picture worth, a thousand words”.
• Bahasa membawa nuansa semangat, energik, optimis dan positif
• Menegaskan itikad baik, mendemonstrasikan pengetahuan dan skill, Mempromosikan keunggulan produk/ jasa
• Obyektifitas dan sumber informasi yang kualitas
• Hindari statement yang tidak ada fakta
• Mengarahkan keputusan pembaca pada menyetujui
Halaman BP
Panjang pendek BP tergantung fungsi tujuan perencanaan bisnis, kebutuhan info internal, maka cukup versi singkatnya setebal 15 - 20 halaman. Jika mengajukan bisnis baru/ industri baru, atau bisnis jutaan dolar sebagai modal, maka buat versi lengkap sampai 100 halaman lebih. Karena perlu banyak penjelasan untuk meyakinkan.

Penilaian BP
Penilaian kuantitatif dan penilaian kualitatif. Hasil penilaian berupa skor atas variabel-variabel penilaian yang akan diranking, meliputi variabel dalam BP:
1. Tujuan Penyusunan Bisnis Plan Bobot 10%
2. Deskripsi Produk Bobot 20%
3. Perencanaan Pemasaran bisnis Bobot 30%
4. Proyeksi Keuangan bisnis Bobot 20%
5. Analisis risiko bisnis Bobot 20%

Panduan Format dan Struktur Proposal Bisnis Plan
A. Format Proposal
Proposal format Word A4, spasi 1,5, Font Arial 11 point dengan margin kiri dan atas`3
cm, kanan dan bawah 2,5 cm.
B. Sistematika Proposal
JUDUL
(Buat judul yang menarik dan singkat, tidak lebih dari 15 kata).
1. Pendahuluan
Menjelaskan mengenai:
a) Latar belakang dan motivasi melakukan usaha
b) Justifikasi pemilihan obyek usaha.
c) Tujuan Usaha yang hendak dicapai
2. Analisis Produk
Produk dimaksud bisa berupa jasa, mengandung suatu inovasi, memiliki keunggulan dibandingkan produk / jasa yang sudah ada.
Proses penyampainnya ke pelanggan atau proses produksinya, harus menjelaskan:
a) Jenis dan nama produk, karakteristik produk
b) Keunggulan produk dibanding dengan produk lain di pasaran
c) Keterkaitan dengan produk lain termasuk perolehan bahan baku
3. Analisis Pasar
Proposal harus memuat analisis potensi atau peluang terserapnya produk di pasar serta strategi yang akan diadopsi agar produk bisa bersaing dengan produk sejenis di pasar. Memuat antara lain:
a) Profil konsumen
b) Potensi dan segmentasi pasar
c) Pesaing dan peluang pasar
d) Media promosi yang akan digunakan
e) Target atau rencana penjualan
f) Strategi pemasaran yang akan diterapkan
4. Analisis Produksi / Operasi
Menjelaskan bagaimana produk atau jasa dihasilkan, mencakup:
a) Bahan baku, bahan penolong dan peralatan yang digunakan
b) Pasokan bahan baku
c) Proses produksi/operasi
d) Jumlah produk atau jasa yang dihasilkan dalam 1 tahun
5. Analisis Keuangan
Menjelaskan tentang:
a) Investasi yang diperlukan (kebutuhan modal, perhitungan)
b) Penentuan harga pokok penjualan
c) Rencana Neraca awal dan Neraca Akhir Tahun
d) Rencana Laporan Laba/Rugi
6. Personalia dan jadwal kegiatan
Menjelaskan tentang personalia yang terlibat
a) Ketua Tim, - Nama, - NRP, - Program Studi / Fakultas
b) Anggota, - Nama, - NRP, - Program Studi / Fakultas
c) Pembimbing, - Nama, - Program Studi / Fakultas
d) Kompetensi SDM yang dibutuhkan:
e) Organisasi
f) Jadwal Kegiatan
7. Rencana Anggaran Biaya
Uraian anggaran biaya meliputi:
a) Kebutuhan Investasi
b) Kebutuhan Modal Kerja
8. Denah dan Lokasi Usaha
Menjelaskan tentang:
a) Nama usaha (jika ada), alamat lengkap
b) Gambar / denah lokasi usaha
9. Lampiran
a) Curiculum vitae ketua dan anggota pelaksana
b) Pernyataan kesediaan UKM Mitra (jika sudah ada)
c) Lain-lain apabila diperlukan
6 Langkah membuat BP yang hebat
Wirausahawan pemula umumnya mendapat kendala menuliskan BP. Diperlukan disiplin untuk mengerjakan maka jangan lewatkan panduan format dan struktur, serta 6 langkah membuat BP yang berhasil:
1. Tuliskan konsep dasar bisnis Anda/ Basic business concept.
2. Kumpulkan semua data pada feasibility and the specifics dari konsep bisnis Anda.
3. Focus dan terus perbaiki konsep dasar Anda, berdasarkan data yang telah di kompilasikan.
4. Garis bawahi keunggulan bisnis Anda, menggunakan "what, where, why, how", akan bermanfaat.
5. Rencana Anda tersebut tuangkan pada form compelling agar Anda lebih mendalami dan focus, disamping agar mudah untuk dikomunikasikan dengan relasi bisnis.
6. Review contoh rencana bisnis dengan mempergunakan blanko form dan di periksa ulang setelah diisi.
Selamat membuat BP yang mencapai tujuan Anda

referensi dari iptti/berita business plan

Cara Menciptakan Peluang Bisnis

On Selasa, 28 Desember 2010 0 komentar

Keripik Singkong Rasa Gadung Bisnis Makanan Menjanjikan



Keripik singkong atau ketela sangat banyak disukai oleh semua kalangan, baik tua maupun muda, kalangan bawah ataupun kalangan atas, sebagai makanan cemilan. Biasanya keripik singkong atau ketela ini merupakan makanan yang disajikan untuk tamu ataupun sebagai teman untuk ngobrol – ngobrol. Dari pangsa pasar yang sebesar ini, sehingga pembuat keripik singkong di Indonesia sangat banyak bermunculan, selain itu juga karena proses pembuatan kripik singkong pun bisa dilakukan dengan cara tradisional sekalipun.
Keripik singkong dengan beragam aneka rasa juga sangat bermunculan, mulai dari rasa gurih, manis, asem, pedas, hingga rasa lainnya. Dibandingkan dengan kripik tales, memang kripik singkong lebih banyak disukai. Karena kripik tales harganya agak lebih mahal, namun keripik tales memiliki rasa yang lebih gurih dan renyah dibanding keripik singkong.
Di daerah Sidomukti Jenawi Kab. Karanganyar Jawa Tengah, terdapat produksi keripik singkong namun memiliki rasa gadung ( gadung : sejenis umbi rasanya mirip dengan tales ). Gadung sejenis umbi yang memiliki banyak getahnya. Jika dimakan namun masih terdapat getahnya, maka akan bisa mengakibatkan rasa pusing gatal di lidah.
Jika dibuatkan keripik, proses pembersihan gadung lebih terasa sulit dengan melakukan pembersihan getah secara berulang – ulang. Rasa gadung sebenarnya mirip dengan tales yang sudah dikenal oleh masyarakat. Jika anda sudah pernah merasakan keripik tales, mungkin rasa ini sudah tidak asing lagi. Karena lebih gurih namun tidak membuat pahit atau sepet jika dimakan terus menerus.
bisnis makanan, bisnis makanan modal kecil, bisnis makanan dan minuman, bisnis makanan unik, bisnis makanan kering, bisnis makanan modal kecil, bisnis makanan 2010, bisnis makanan menjanjikan, bisnis makanan rumahan, bisnis makanan online
Berbeda dengan keripik singkong, jika kita makan dalam waktu lama, dimulut akan terasa panas, atau bahkan ada yang terasa pahit atau sepet. Proses pembuatan kriiukk…kriiukk…kripik singkong rasa gadung ini sebenarnya mirip dengan proses pembuatan keripik singkong pada umumnya, namun disini singkong atau ketela melalui proses yang agak lebih lama dalam masa perendaman dan direbus. Sehingga rasa dari ketela ini akan hilang sendirinya, dan timbul rasa seperti gadung.
Ibu Warti yang juga sebagai produsen ketela rasa gadung ini, memberikan beberapa langkah untuk membuat kripik singkong rasa gadung ini.
Berikut proses pembuatan kripik singkong rasa gadung :
1. Ketela atau singkong atau ubi kayu yang sudah diambil, dibersihkan terlebih dahulu, dan dikupas kulitnya.
2. Setelah itu, ketela ini dirajang dengan mesin perajang, sehingga berbentuk bulat, tipis .
3. Setelah perajangan, ketela tersebut direbus selama beberapa jam ( 1-2 jam )
4. Kemudian dilakukan perendaman dengan air.
5. Pada proses perendaman ini dilakukan pencampuran bumbu – bumbu sesuai dengan rasa yang diinginkan, bumbu tersebut seperti : garam, bawang, dll.
6. Setelah itu, ketela kembali dikukus atau di uapkan dengan waktu secukupnya. Hingga terlihat warna agak kekuning – kuningan.
7. Setelah proses penguapan selesai, baru dilakukan penggorengan.
Rasa ketela akan hilang selama proses perendaman dan perebusan secara berulang – ulang tersebut. Dengan demikian rasa gadung yang hampir tidak memiliki rasa, dapat dimunculkan pada ketela ini. Resep ini dapat Anda jadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan bagi Anda

Posted by Neng Novie on

On Jumat, 17 Desember 2010 2 komentar

16 Penemuan Paling Unik dan Kreatif di Jepang
Jepang memang dikenal Negara yang banyak melahirkan penemuan-penemuan baru yang menakjubkan. Beberapa diantaranya seperti yang ada di bawah ini. Tertarik ingin mencobanya buat berbisnis??????????.....
1. Penahan Rambut Saat Makan Mie
Kamu yang berambut panjang tak perlu repot lagi menahan rambut sambil makan mie. Dengan alat ini, acara makan-makan mie nya tak akan terganggu lagi

2. Alat Penopang Dagu
Jika kamu sedang lelah namun harus berdiri di kendaraan umum seperti kereta misalnya, ini dia solusinya:



3. Bantal Peluk Untuk Wanita
Saat tidur, tapi ingin dipeluk atau memeluk seseorang, mungkin bantal ini perlu juga dicoba


4. Payung Badan
Ketika hujan terkadang walau sudah memakai payung, terkadang badan tetap saja masih kehujanan. Sekarang, sudah ditemukan solusinya di Jepang, payung badan yang tak hanya bisa memayungi kepala dari atas, tapi bisa melindungi seluruh badan
5. Sumpit Kipas
Kalo sudah tak tahan ingin makan mie, namun mie nya masih panas, ini dia solusinya:

6. Payung Sepatu Wanita
Kalau punya sepatu baru tapi takut kehujanan, ini dia solusinya:

7. Topi Penahan Kepala
Bagi yang sering ketiduran di kendaraan umum, ini dia solusinya agar tidur kamu tetap enak:


8. Penahan Payung
Kalau merasa pegal dan tidak ingin memegang payung saat hari hujan, ini dia cara yang cukup unik tapi aneh. Tak perlu capek-capek pegang pakai tangan lagi nih.







9. Corong Obat Tetes Mata
Yang sering memakai obat tetes mata, tak ada salahnya bila ingin mencoba alat ini:

10. Payung Penampung Air Hujan
Lahi-lagi masalah payung ya. Sepertinya orang Jepang memang sangat terganggu sekali ketika hujan. Nah, yang ini lebih aneh lagi. Air hujan kok malah ditampung? Bisa muat berapa liter ya?

11. Tisu Untuk Hidung Siap Pakai
Ketika sedang flu atau pilek dan kamu membutuhkan tisu dalam jumlah yang banyak, ini dia solusinya, tisu siap pakai, dimana saja, dan kapan saja:



12. Alat Berkebun Dalam Satu Paket
Ini dia alat berkebun yang terlengkap. Dalam satu paket terdiri dari bermacam-macam alat. Semuanya bisa digunakan sewaktu-waktu kapan saja.

13. Lem Mentega
Bila merasa repot ketika mengoleskan mentega ke roti dengan sendok atau pisau, ini dia alat pengoles mentega yang lebih praktis:

14. Bantal Tidur Untuk Pria
Nah, kalau yang tadi ada bantal peluk untuk wanita, sekarang gilirannya untuk pria.

15. Dompet Dasi
Dasi ini bisa menyimpan segala macam isi dompet. Mulai dari uand, kartu kredit, dan lainnya. Wah, tapi gak takut kecopetan tuh?

16. Kacamata Teropong
Kacamata teropong ini bisa berfungsi layaknya spion. Tak hanya bisa melihat kedepan, tapi juga bisa ke belakang, ke samping, bahkan ke atas. Bahkan bisa juga nih kalau mau curi-curi pandang atau lirik-lirik kanan kiri….

Courtesy by informasitips.com/16-penemuan-paling-unik-dan-kreatif-di-jepang






Kerajinan Sapu Glagah

On Selasa, 19 Oktober 2010 0 komentar

Industri kerajinan Sapu Glagah merupakan kerajinan yang menjadi andalan di Kecamatan Watukumpul khususnya bagi warga Majalangu, kerajinan Sapu Glagah telah ada sejak lama dan merupakan kerajina turun temurun bagi masyarakat Majalangu.

Industri kerajinan sapu glagah di samping untuk memenuhi kebutuhan lokal telah menembus pasar Internasional. Pemasaran produk sapu glagah untuk dalam negeri tersebar di seluruh kota-kota besar di pulau Jawa seperti Cirebon, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Purwokerto, Surabaya dan Karawang. Sedangkan untuk tujuan Ekspor meliputi Malaysia, Singapura, Brunai Darusalam, Taiwan, Jepang dan Thailand.

Produk sapu glagah terdiri dari 2 jenis menurut kegunaannya, yaitu sapu meja dan sapu lantai. Sapu lantai sendiri ada beberapa macam produk seperti sapu X, sapu jengki, dan sapu rayung arjuna. Dan masih ada nama-nama yang lain yang belum di sebutkan karena keterlambatan informasi yang masuk ke redaktur.

Taiwan Bantah Indomie Korban Persaingan

On Selasa, 12 Oktober 2010 1 komentar

Taiwan melalui wakil ketua kantor dagangnya di Jakarta (TETO), Chen Win-Ping, membantah larangan beredarnya Indomie di Taiwan merupakan korban persaingan dagang tak sehat.

Hal ini diungkapkannya menanggapi pemberitaan media-media di Indonesia yang menyebutkan, penarikan produk Indomie dari pasar Taiwan setelah otoritas negara itu menemukan kandungan bahan pengawet di atas standar dilatarbelakangi oleh persaingan dagang tak sehat.

"Hal itu tidak benar. Petugas kesehatan kami sebenarnya telah menemukan adanya kandungan bahan pengawet di atas standar nasional dalam Indomie sejak Mei lalu," ujar Chen di Jakarta, Selasa (12/10/2010).

Dia menjelaskan, setelah penemuan pertama itu, pihaknya sudah melapor ke Kementerian Perindustrian Indonesia untuk menindaklanjuti kasus ini.

Otoritas di Taiwan juga sudah menghubungi PT Indofood sebagai produsen Indomie untuk mengurangi kandungan bahan pengawet Methyl P-Hydroxybenzoate hingga memenuhi standar yang ditetapkan Pemerintah Taiwan.

"Namun, setelah kami adakan razia lagi minggu lalu, kami masih menemukan kandungan bahan pengawet yang berada di atas standar nasional. Maka dari itu, kami telah meminta semua pemilik swalayan atau toko untuk sementara memindahkan produk Indomie dari rak penjualan," kata Chen.

Ditanya mengenai kemungkinan Pemerintah Taiwan melarang peredaran produk Indomie di negaranya, Chen mengatakan, otoritas Taiwan tidak akan melakukan hal tersebut asalkan Indofood merevisi kandungan bahan pengawet Methyl P-Hydroxybenzoate dalam produknya hingga memenuhi standar nasional Taiwan.

Jutawan dari Kerajinan Sampah Pantai

On Jumat, 08 Oktober 2010 0 komentar

KOMPAS.com — Banyak orang ke pantai di Pulau Dewata, ya, liburan menikmati ombak sampai menikmati terbenamnya matahari. Namun, bagi Made Sutamaya (43) tidak hanya itu. Pergi ke pantai adalah berlibur dan mencari sampah, lalu menyulapnya menjadi kerajinan tangan bernilai jutaan rupiah bagi dirinya. 
Delapan tahun lalu, Sutamaya tak sengaja memandangi tumpukan sampah itu. Banyak sekali potongan kayu hingga ranting-ranting. Menumpuk bak gunung kecil. Tiba-tiba, ia pun berpikir bagaimana agar yang terbuang itu menjadi sesuatu yang bermanfaat serta menjual.
Bahan ada, gratis, serta ramah lingkungan pula! Itu katanya sambil memandangi sampah ranting saat itu. Namun, pria kelahiran Singaraja, Bali, ini belum tahu juga bahan yang ada ini akan diolah seperti apa.
Bermodal nekat, ia pun memungut sampah kayu-kayu itu sebanyak dua kantong plastik berukuran sedang, kemudian dibawa ke rumah yang sekaligus galerinya, Kioski. Dalam waktu sehari, ia pun menemukan ide. Bapak empat anak ini pun membongkar pasang ranting-ranting hasil penemuannya di pantai itu.
”Saya menjadikan ranting- ranting ini menghiasi pinggiran kaca rias berukuran 60 cm x 100 cm. Besoknya langsung laku terjual sekitar Rp 200.000. Pembelinya orang asing yang biasa membeli mebel di toko saya ini. Bahkan, ia meminta saya membuat lagi model yang sama dan model-model lainnya,” tutur Sutamaya bersemangat.
Ini peluang! Sutamaya pun semangat mencari ide-ide untuk model barunya. Setiap hari ia pun mulai bongkar pasang dan mendesain sendiri hiasan kaca rias, hiasan dinding, sampai meja. Harganya bervariasi, mulai dari ratusan ribu rupiah sampai jutaan rupiah. Wajar, semua menggunakan tenaga tangan manusia, alias kerajinan tangan murni.
Ranting-ranting itu sama sekali tidak ada sentuhan lain, kecuali paku kecil dan sedikit perekat. ”Semua ranting tidak ada yang sengaja saya patahkan, saya membiarkannya alami. Saya hanya membutuhkan semacam konstruksi di dalamnya sebagai dasar bentuknya,” katanya.
Tentu saja proses pembuatannya rumit dan membutuhkan kecermatan. Bagaimana membentuk dan merekatkan ranting itu satu dengan lainnya agar tidak lepas perlu kelihaian tersendiri. Kalaupun menggunakan paku, hampir tidak terlihat sama sekali. Kesan alami juga muncul ketika kerajinan hiasan dinding, seperti bentuk ikan, tidak diolesi cat pelapis kayu.
Ketekunannya pun membawa hasil. Kini omzetnya sudah lebih dari Rp 100 juta per bulan. Dia juga sudah mengekspor produknya ke beberapa negara di Eropa.
Setiap bulan ia mampu mengumpulkan sedikitnya satu truk setoran sampah pantai. Ia hanya menerima setoran ranting-ranting kayu. Selanjutnya, Sutamaya menyortir ranting-ranting itu dari yang kecil hingga besar atau kebetulan menemukan ranting berbentuk, lalu dicuci bersih dan dijemur. Setelah benar-benar kering, sampah ranting ini siap untuk dirakit.
Bagi Sutamaya, untuk merakit hiasan dinding berbentuk ikan berukuran panjang sekitar 40 cm dan lebar 20 cm, ia hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari dua jam. Ia sudah semakin terbiasa. ”Ya, seni itu kan menggunakan rasa dan estetika. Jadi, perasaan itu terlibat banyak demi keindahan,” tuturnya.
Sekarang ini ia memiliki 80 pekerja yang khusus mencari dan memunguti sampah kayu di semua pantai Bali. Ia pun tidak sungkan mencari bahan sampai ke pantai-pantai di Pulau Jawa.
Pekerja yang membantunya menyusun kayu hingga berbentuk berjumlah sekitar 40 orang. ”Saya mempekerjakan warga desa di Singaraja. Biar mereka tidak silau bekerja di perkotaan saja. Soal hasil finalnya, tetap saya yang mengerjakannya,” katanya.
Kerajinan tangannya itu ada yang berbentuk ikan atau hiasan meja berbentuk kuda, bebek, atau hiasan untuk lampu meja. Ia pun membuat kerajinan tangan berbentuk sapi, kuda, atau jerapah berukuran sama dengan aslinya. Replika binatang dari ranting-ranting untuk dekorasi luar ruangan itu harganya mulai Rp 6 juta.
Ia mengaku tak masalah jika karyanya ini mulai banyak ditiru, tetapi konsumennya tetap bisa membedakan mana buatannya. Karena itu, menjadi tantangan bagi dirinya agar terus berkembang setiap hari dengan model dan gaya yang terus baru. Namun, ia menggelengkan kepalanya ketika pembicaraan menyinggung pengurusan hak kekayaan intelektual (HKI).
”Ah, sudahlah. Saya tidak perlu lagi mendaftarkan semua karya saya. Saya juga tidak bisa menuntut apa pun ketika karya orang lain mirip itu. Kemiripan itu bisa saja diartikan ada yang berbeda. Kita tidak bisa menuntut apa pun meski ide dasarnya sama. Jadi rugi, sudah membayar mahal karena semua karya harus didaftar,” ujar Sutamaya.

Jauh sebelum menjadi jutawan dan dianggap orang yang menemukan dan menjual ide dengan memanfaatkan sampah ranting kayu dari pantai, ia hanyalah karyawan sebuah galeri di Ubud. Perantauannya menjadi karyawan dari Singaraja ke Ubud yang berjarak sekitar 100 kilometer itu tak bertahan lama. Ia pun mencoba membuka galeri sendiri. Karena sewanya makin mahal, sekitar tahun 2000, Sutamaya pun pindah ke Badung.
Menurut dia, lokasi yang ditinggalinya sekarang ini sudah jadi miliknya dan lebih strategis. ”Buktinya, saya mendapatkan ide merakit ranting ini setelah berada di sini. Saya bersyukur sekali kepada Tuhan,” ujarnya.
Ia pun sudah masuk menjadi anggota Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) Bali. Selain itu, Sutamaya yang selalu dibantu dan didukung oleh istri dan keluarganya itu juga bangga bisa membawa nama Bali di pameran Pekan Raya Jakarta (PRJ) mulai tahun 2004 setiap tahun hingga sekarang.
Hingga kini ia terus konsisten menjaga alam. Ia terus memanfaatkan sampah yang setiap hari mengotori pantai. Ia juga berharap apa yang dilakukannya ini dapat dicontoh anak-anaknya.

sumber:   oleh AYU SULISTYOWATI
 http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/09/27/10042383/Jutawan.dari.Kerajinan.Sampah.Pantai

Wirausaha, Kunci Kemakmuran

On 0 komentar

SURABAYA,KOMPAS.com - Berada dalam masa penjajahan hingga 3,5 abad menjadikan masyarakat Indonesia penurut dan kurang kreatif. Karena itu, tidak heran jika jumlah wirausaha di Indonesia hanya mencapai 0,81 persen. Agar terbebas dari pengangguran dan kemiskinan, Indonesia harus menjadikan abad ke-21 sebagai abad wirausaha.

Demikian diungkapkan Pendiri Universitas Ciputra Entrepreneurship Center, Ciputra, Rabu (22/9/2010) di Universitas Ciputra, Surabaya. " Wirausaha adalah ilmu tentang bagaimana menjadi kan kehidupan lebih makmur. Dengan wirausaha, kita bisa merubah lingkungan yang tidak sehat menjadi sehat, barang yang tidak bernilai menjadi emas," ucapnya.

Menurut Ciputra, jumlah wirausaha di Indonesia masih sangat sedikit. Dengan jumlah wirausaha di Indonesia di bawah satu persen, maka di Indonesia baru ada sekitar 400.000-an pengusaha. Sementara itu, di negara-negara lain, seperti Singapura jumlah wirausaha mencapai tujuh persen bahkan di Amerika Serikat mencapai 13 persen.

"Saat ini ada kesadaran di seluruh dunia bahwa kewirausahaan dapat memecahkan masalah ekonomi dunia. Melalui pendidikan, jumlah wirausaha harus terus ditambah," kata Ciputra.

Agar jumlah pengusaha di Indonesia bertambah, idealnya dari total sekitar 2.800 perguruan tinggi di Indonesia, 50 persen di antaranya harus memberikan mata kuliah wirausaha bagi para mahasiswa mereka. Dengan demikian, muncul pengusaha-pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja serta mempekerjakan banyak orang.

"Budaya pendidikan kita selama ini adalah budaya menghafal. Sementara dengan pendidikan khusus wirausaha, maka siswa atau mahasiswa dilatih untuk berwirausaha. Setelah lulus mereka tidak lagi mencari pekerjaan tapi menciptakan pekerjaan sendiri," paparnya.

Lulusan perdana

Dalam kesempatan sama , Rektor Universitas Ciputra Tony Antonio mengatakan, Sabtu (25/9/2010) mendatang, untuk pertama kalinya Universitas Ciputra yang konsen pada pendidikan kewirausahaan akan meluluskan 145 mahasiswa. Dari total 145 mahasiswa yang lulus, 103 lulusan di antaranya langsung bekerja atau memulai bisnis pribadi.

"Dari 103 lulusan yang langsung bekerja itu, beberapa di antara mereka baru mulai kerja perdana, namun sebagian lain memang sudah merintis bisnis jauh-jauh hari," kata Tony.

sumber:  http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/09/23/14561796/Wirausaha..Kunci.Kemakmuran

Rumus dapat Fulus dari Tempat Kursus

On 0 komentar

KOMPAS.com — Bekal pendidikan bagi masa depan si buah hati merupakan hal utama yang harus dipersiapkan para orangtua. Mereka tidak akan sungkan merogoh koceknya dalam-dalam demi memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya sejak usia dini.

Namun, membekali anak dengan ilmu dari lembaga formal seperti sekolah, rasanya, belumlah cukup. Belakangan ini, para orangtua merasa perlu menambah asupan pendidikan bagi anak-anaknya di berbagai lembaga pendidikan informal, seperti les bahasa Inggris, les komputer, hingga bimbingan belajar tambahan mata pelajaran dari sekolah.

Oleh karena itu, kini banyak pemodal yang terjun ke bisnis bimbingan belajar (bimbel). Salah satunya adalah Dedy Purwanto yang pada tahun 2009 membuka usaha bimbel bertajuk AyoPinter!. Bendera usahanya adalah CV Purwadira yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Bimbel ini memiliki tiga fasilitas yaitu bimbingan belajar mata pelajaran sekolah, kursus bahasa Inggris, dan kursus komputer. Usaha ini menyediakan layanan pendidik untuk jenjang usia playgroup hingga kalangan dewasa.

Pengelola bimbel AyoPinter! mengklaim, sistem dan konsep pembelajaran di lembaganya telah teruji dan sesuai kurikulum di sekolah formal. Dengan sistem seperti itu, bimbel AyoPinter! mendapat sambutan positif dari pasar.

Untuk melebarkan sayap bisnisnya, mulai tahun ini pengelola bimbel AyoPinter! menawarkan konsep kemitraan kepada masyarakat yang berminat terjun ke bisnis ini.

Ada tiga jenis paket kemitraan yang ditawarkan AyoPinter!. Pertama, Paket Standar dengan nilai investasi Rp 14,9 juta. Kedua, Paket Silver bernilai investasi Rp 54,9 juta. Ketiga, Paket Platinum seharga Rp 155 juta. Tentu saja, kelengkapan fasilitas ketiga paket ini disesuaikan dengan harga investasinya.

Pada Paket Standar, misalnya, mitra hanya mendapatkan fasilitas modul dan alat tulis kantor, media promosi, pelatihan, dan renovasi tempat. Adapun Paket Silver terdapat tambahan perlengkapan, seperti komputer jinjing (laptop) dan seragam karyawan sebanyak lima setel.


Hak master kemitraan

Jika memilih Paket Platimum, maka mitra mendapatkan peralatan dan perlengkapan yang lebih lengkap dari Paket Silver. Selain itu, mitra memperoleh hak sebagai master kemitraan di kota tempat bimbel itu berdiri. "Mitra boleh menjaring mitra lain di daerah itu," kata Sri Irdayati, Managing Director AyoPinter!.

Namun, biaya investasi awal tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, kirim peralatan, survei, dan akomodasi pelatih yang ditanggung oleh calon mitra. Mitra juga wajib membayar biaya royalti 10 persen dari omzet. Royalti ini dibayar pada bulan kedua setelah operasi.

Pemasukan mitra bimbel AyoPinter! didapat dari pendaftaran murid baru dan biaya kursus setiap bulan. Biaya pendaftaran di bimbel ini sebesar Rp 100.000 per orang. Sementara itu, biaya semua kursus Rp 129.000 untuk satu periode selama sebulan. "Kami ingin membuat sebuah lembaga kursus yang bisa masuk ke semua kalangan dengan harga yang terjangkau," ujar Sri.

Dia menambahkan, setelah Lebaran ini, ada tiga calon mitra yang akan membuka gerai AyoPinter!. Memang, sekarang, lembaga bimbel ini belum memiliki mitra dan baru memiliki satu gerai bimbel.

Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia Amir Karamoy menilai, pemain di bidang pendidikan seperti bimbel sudah terlalu banyak di Indonesia. Namun, agar masyarakat tetap berminat menjalin kemitraan, bimbel AyoPinter! harus memiliki keistimewaan dari bimbel lainnya.

Misalnya, metode pengajaran yang baru atau keunggulan dalam hal kurikulum. "Mitra harus mencari tahu hal itu terlebih dahulu sebelum menjalankan kemitraan ini," kata Amir.

sumber: bisniskeuangan.kompas.com

Batik Banyumasan

On Rabu, 06 Oktober 2010 1 komentar

Indonesia adalah Negeri yang kaya akan budaya dan kesenian tradisional, diantaranya adalah seni batik. Batik sendiri mempunyai berbagai macam gaya dan motifnya pun berbeda-beda.

Batik Banyumasan merupakan salah satu yang mempunyai ciri pola batik tersendiri yakni tegas dan besar-besar, dengan ornamen tanaman dan binatang dengan warna yng dominan gelap mengikuti ciri khas batik pedalaman. Adapun nama-nama motif seperti lumbon, jae srimpang, serayon, puger, rengga, gandasubrata, dll.

Dalam Proses Pembuatannya, batik ini menggunakan media mori, sutra dan lain sebagainya. dalam proses pembuatan batik ini memakan waktu cukup ama kisaran 1 - 2 bulan untuk 1 kain batik.

Cara Miliarder Top Dunia "Hamburkan" Uang

On Rabu, 29 September 2010 0 komentar

Sepak terjang para miliarder top dunia kerap mengundang perhatian. Bukan saja terkait dengan aksi besar bisnisnya, melainkan langkah-langkahnya di luar sektor usahanya.

Ketika seorang miliarder tiba-tiba membelanjakan uang dalam jumlah besar, ratusan miliar atau triliunan rupiah, sontak sorotan tajam media langsung tertuju padanya.

Sebut saja misalnya ketika taipan Roman Abramovich membeli klub sepak bola ternama Chelsea pada 2003, media pun memberitakan secara besar-besaran aksi tersebut.

Ada banyak cara yang dilakukan oleh para pemilik harta puluhan dan ratusan triliun di dunia dalam "menghamburkan" uang mereka. Bukan sekedar berapa yang dipakai untuk jamuan makan siang, pesta perkawinan atau membeli kapal pesiar, melainkan apa yang mereka lakukan dengan uang sebanyak itu. 

Berikut ini cara-cara miliarder membelanjakan uang mereka:

Carlos Slim
Carlos Slim adalah taipan nomor wahid dunia dengan total harta US$53,5 miliar pada 2010. Pada awal September ini, dia membelanjakan duit sekitar US$1,4 miliar untuk membangun Plaza Carso, sebuah kompleks di Mexico City yang akan mencakup museum, bioskop, perumahan dan ruang komersial.

Proyek ini akan membenahi kawasan kumuh di ibukota yang sudah dipeloporinya sejak beberapa tahun lalu. Plaza Carso akan menjadi museum Soumaya dan diresmikan pada 20 November mendatang sebagai bagian dari peringatan dua abad Meksiko. Museum ini akan menampilkan koleksi 64 ribu karya seni, serta mempekerjakan 5 ribu orang karyawan secara langsung dan 15 ribu karyawan secara tidak langsung.
  
Roman Abramovich
Dia adalah seorang pengusaha Rusia serta pemilik perusahaan investasi terkemuka. Ia terkenal sebagai sosok taipan dengan gaya hidup mewah. Pada 2009, dia mengejutkan media saat membeli sebuah rumah pribadi. Harganya termahal untuk sebuah rumah, yakni US$90 juta di St Barts. Ia juga dikenal memiliki simbol kemewahan lainnya, seperti kapal pesiar swasta terbesar di dunia, kawasan ski es di Colorado, tim sepak bola Inggris Chelsea, serta koleksi seni US$100 juta.

Untuk makan siang? Pada November 2009, Wall Street Journal pernah melaporkan Abramovich pernah larut dalam makan siang senilai US$52 ribu di New York City untuk dirinya dan sembilan tamu, termasuk tip US$12 ribu. Namun, juru bicara miliarder Rusia itu membantah kabar tersebut. Meski begitu, Abramovich juga dikenal aktif di kegiatan sosial. Pada 1999, di daerah dingin yang miskin di kawasan Siberia, Rusia, ia mendirikan yayasan amal untuk membangun pendidikan, rumah sakit dan perguruan tinggi guna membantu rakyat Okrug. 

Li Ka-Shing
Meski dikenal sebagai sosok miliarder dunia dengan total harta US$21,3 miliar, Li Ka Shing masih tetap dikenal sebagai sosok pribadi yang low profile dan bersahaja. Gaya hidup sederhana tak berubah, kemana-mana pergi tak meninggalkan kebiasaan lamanya, memakai sepatu hitam sederhana, pakaian hitam dan jam tangan murah merek Seiko. Meski begitu, ia sangat dikenal sebagai sosok filantropis sejati yang dermawan.

Menurut catatan Forbes, ia mendirikan Li Ka Shing Foundation pada 1980 dan mendonasikan US$500 juta untuk bidang kesehatan dan pendidikan. Pada 1981, ia menyumbang US$150 juta untuk pendirian Shanto University dekat kampung halamannya di Shantou, Guangdong, China. Pada 2002, ia mendirikan Cheung Kong School of Business di Beijing, sekolah bisnis swasta pertama di China. Pengajarnya, profesor kelas dunia dari sekolah bisnis top seperti Wharton, Stanford dan INSEAD.



Sumber: Latin American Herald Tribune I Investopedia I Forbes

Powered by Blogger