Tampilkan postingan dengan label foods. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foods. Tampilkan semua postingan

Ayam Betutu

On Minggu, 26 Desember 2010 0 komentar

ayam_betutuSetiap daerah memiliki tradisi dan budaya yang berbeda dari daerah lainnya. Demikian pula halnya Bali. Bali yang dikenal sebagai daerah tujuan wisata utama para wisatawan dalam negeri maupun manca negara, memiliki banyak sekali keunikan.  Budayanya yang adi luhung telah menarik berbagai bangsa dari bermacam belahan dunia untuk datang mengunjunginya.
Ayam BeTutu adalah salah satu keunikan diantara berbagai keunikan yang dimilik Bali, Apakah Ayam Betutu itu…? Adalah merupakan makanan/masakan khas dari Pulau Dewata.
Bagaimana cara membuatnya…?
Bahan:
  • 1 ekor ( 1½ kg ) ayam besar
  • 100 gr daun singkong muda, rebus hingga lunak, peras, potong-potong
  • 5 sdm minyak, untuk menumis
  • daun pisang/aluminium foil, untuk pembungkus
Bumbu yang dihaluskan:
  • 7 buah cabai merah dan 5 rawit
  • 5 buah kemiri, disangrai
  • 10 buah bawang merah
  • 1 sdt terasi
  • 5 buah bawang putih
  • 1 sdm ketumbar, disangrai
  • 1½ sdm serai, diiris halus
  • 2 sdt merica bulat
  • 1 sdm lengkuas dicincang
  • ½ sdt pala bubuk
  • 2 sdt kunyit dicincang
  • 4 lembar daun jeruk purut
  • 2 sdt jahe dicincang
  • 2 sdt kencur dicincang
  • garam dan gula menurut selera
Cara Membuat:
  • Tumis bumbu halus sampai harum dan kering.  Angkat dan dinginkan.  Bagi menjadi dua bagian.
  • Campur satu bagian bumbu dengan daun singkong.  Masukkan dalam rongga badan ayam, semat lubangnya dengan tusuk gigi.   Lumuri sisa bumbu pada permukaan ayam dan di bawah kulit.
  • Bungkus dengan beberapa lapis daun pisang, ikat erat dengan tali.  Panggang dalam oven dengan panas 180°C, selama 2-3 jam sampai matang.
  • Angkat, potong-potong dan hidangkan.
Catatan: sebelum dipanggang, bisa juga dikukus lebih dulu ± 45 menit, kemudian dipanggang selama 1 jam.
Betutu adalah masakan kebanggaan masyarakat Bali.  Biasanya dibuat dari bebek yang dibungkus daun pisang, lalu dibungkus lagi dengan pelepah pinang sehingga rapat.  Bebek ditanam dalam lubang di tanah dan ditutup dengan bara api selama 6-7 jam sampai matang.

Bandeng Presto

On 0 komentar

jalan-jalan ke kota Semarang ato mau cari makanan khas daerah dari kota Semarang? Kalo belum cobalah sekali-kali main ke kota yang dijuluki kota Lunpia itu. Kenapa dijuluki kota Lunpia ya? Karena memang lunpia adalah termasuk cemilan/makanan khas kota Semarang.

Sebenarnya masih banyak aneka makanan khas dari kota ini, contohnya seperti tahu gimbal, wingko babad, bandeng presto. Yang disebut terakhir yaitu bandeng presto termasuk makanan khas daerah di kota Semarang ini yang paling disukai. Setiap liburan sekolah, tahun baru atau lebaran bandeng presto termasuk makanan yang paling diserbu di kota ini.

Tempat yang paling terkenal untuk mencari bandeng presto yang gurih dan nikmat ada di Jl. Pandanaran. Di sepanjang jalan itu banyak toko-toko yang menyajikan berbagai macam makanan khas kota Semarang termasuk bandeng presto. Harga yang dipatok untuk bandeng presto di Jl. Pandanaran bervariasi. Tapi biasanya rata-rata antara 35.000,- s/d 40.000,- per kilonya.

Banyak pelancong dari kota lain bilang “Belum ke Semarang namanya kalo pulang ga bawa oleh-oleh bandeng presto”.

Bandeng presto atau bandeng duri lunak sendiri adalah ikan bandeng yang dimasak dengan campuran bumbu khas kota Semarang dan dimasak dengan panci yang panasnya bertekanan sangat tinggi, biasa disebut presto kemudian digoreng. Cara memasak ini dilakukan agar duri ikan bandeng yang ada di dalam tubuhnya menjadi lunak selunak dagingnya.

Lumpia Semarang

On 0 komentar

Di Kota Semarang  ini ada lima ”aliran” lumpia Semarang dengan cita rasa berbeda. Pertama aliran Gang Lombok (Siem Swie Kiem), kedua aliran Jalan Pemuda (almarhum Siem Swie Hie), dan ketiga aliran Jalan Mataram (almarhumah Siem Hwa Nio). Ketiga aliran ini berasal dari satu keluarga Siem Gwan Sing–Tjoa Po Nio yang merupakan menantu dan putri tunggal pencipta lumpia Semarang, Tjoa Thay Yoe–Wasih.
Aliran keempat adalah sejumlah bekas pegawai lumpia Jalan Pemuda, dan aliran kelima adalah orang-orang dengan latar belakang hobi kuliner yang membuat lumpia dengan resep hasil pembelajaran dari lumpia yang sudah beredar.
Generasi tertua saat ini, yaitu generasi ketiga Siem Swie Kiem (65), tetap setia melayani konsumennya di kios warisan ayahnya (Siem Gwan Sing) di Gang Lombok 11. Keistimewaan lumpia Gang Lombok ini menurut sejumlah penggemarnya yang sempat ditemui di kios tersebut adalah racikan rebungnya tidak berbau, juga campuran telur dan udangnya tidak amis.
Lumpia buatan generasi keempat dapat kita peroleh di kios lumpia Mbak Lien alias Siem Siok Lien (43) di Jalan Pemuda dan Jalan Pandanaran. Mbak Lien meneruskan kios almarhum ayahnya, Siem Swie Hie, yang merupakan abang dari Siem Swie Kiem, di Jalan Pemuda (mulut Gang Grajen) sambil membuka dua cabang di Jalan Pandanaran.
Kekhasan lumpia Mbak Lien ini adalah isinya yang ditambahi racikan daging ayam kampung. Ketika awal mula meneruskan usaha almarhum ayahnya, Mbak Lien membuat tiga macam lumpia, yaitu lumpia isi udang, lumpia isi ayam (untuk yang alergi udang), dan lumpia spesial berisi campuran udang serta ayam. Tetapi, karena merasa kerepotan dan apalagi kebanyakan pembeli suka yang spesial, sekarang Mbak Lien hanya membuat satu macam saja, yaitu lumpia istimewa dengan isi rebung dicampur udang dan ayam.
Adapun generasi keempat lainnya, yaitu anak-anak dari almarhum Siem Hwa Nio (kakak perempuan dari Siem Swie Kiem) meneruskan kios ibunya di Jalan Mataram (Jalan MT Haryono) di samping membuka kios baru di beberapa tempat di Kota Semarang. Di antara anak-anak almarhum Siem Hwa Nio ini ada juga yang membuka cabang di Jakarta. Bahkan ada cucu almarhum Siem Hwa Nio sebagai generasi kelima membuka kios lumpia sendiri di Semarang.
Selain keluarga-keluarga leluhur pencipta lumpia semarang tersebut, sekarang banyak juga orang-orang ”luar” yang membuat lumpia semarang. Mereka umumnya mantan karyawan mereka. Mereka yang mempunyai hobi kuliner juga turut meramaikan bisnis lumpia semarang dengan membuat lumpia sendiri, seperti Lumpia Ekspres, Phoa Kiem Hwa dari Semarang International Family and Garden Restaurant.
 
sumber : wikipedia.org

Durian Termahal di Dunia dari Kotoran Gajah

On Jumat, 22 Oktober 2010 0 komentar

VIVAnews -- Ini kedengarannya menjijikan: durian termahal dan mungkin terenak di dunia datang dari kotoran Gajah. Hah?

Ini makanan kedua yang datang dari 'kotoran hewan.

Yang pertama, tentu saja Kopi Luwak -- yang dinobatkan sebagai kopi termahal di dunia. Proses mendapatkan 'Durian Gajah' itu juga mirip.

Jika penduduk asli Sumatera mencari biji kopi yang belum tercerna di kotoran Luwak, masyarakat Jakun di hutan-hutan Malaysia akan mengikuti gajah yang baru menelan banyak durian.

Mereka mengambil risiko mengikuti binatang mamalia ini setidaknya selama empat jam -- durasi yang dibutuhkan hewan itu untuk mencerna durian -- sebelum buah yang tak tercerna keluar bersama kotoran.

Adalah penasehat Malaysia Nature Society cabang Johor, Vincent Chow yang mendengar keberadaan durian unik ini dari temannya seorang taipan kayu dan penduduk asli hutan 'Orang Asli'.

Kata dia, konglomerat kayu ini selalu mengajukan pesanan pada Orang Asli selama musim durian.

Karena stoknya yang langka, sang taipan mau merogoh kocek agak dalam -- membayar RM1.000 atau Rp2,8 juta demi memuaskan hasrat makannya itu.

"Tentu saja Orang Asli mau mengikuti jejak para gajah karena mereka tahu akan dibayar mahal," kata Chor, seperti dimuat situs  New Straits Times, Jumat 22 Oktober 2010.

Jangan bayangkan kotoran kerbau atau kambing yang baunya minta ampun.

"Menurut warga setempat, bau kotoran gajah seperti teh, tidak menyengat seperti herbivora lainnya."

Durian yang belum tercerna itu diklaim tak mengandung kotoran dan bakteri.

Bahkan, sang taipan mengklaim durian semacam itu akan jadi  afrodisiak alias makanan pembangkit gairah seksual -- setelah melewati proses pencernaan gajah.

Meski tak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim itu, permintaan 'Durian Gajah' makin tinggi dan harganya terus meningkat.

sumber : vivanews.com

Resep Grombyang Pemalang

On Selasa, 19 Oktober 2010 0 komentar

ANDA yang pernah ke Pemalang pasti tahu masakan yang satu ini, grombyang. Ya, grombyang adalah makanan khas Pemalang yang paling terkenal. Dan grombyang Pemalang menjadi semakin istimewa karena tidak dapat ditemukan di manapun kecuali di Pemalang.



Bukan itu saja keistimewaan grombyang Pemalang. Konon, grombyang bakal terasa lebih nikmat jika dimasak oleh orang Pemalang sendiri. Biarpun mengetahui resep rahasia Haji Warso yang grombyangnya terkenal paling enak sekalipun, kalau bukan orang Pemalang yang memasak rasanya akan lain. Benar atau tidak? Kenapa tidak dibuktikan sendiri karena Pemalang Post menghadirkan resepnya untuk Anda di sini. Selamat mencoba.

Bahan-bahan:
- 500 gr daging sandung lamur
- 400 gr iga sapi
- 2500 ml air
- 2 lembar daun salam
- 4 sendok teh garam
- 4 sendok teh gula merah sisir
- 1 batang daun bawang diiris halus
- 4 sendok makan minyak untuk menumis
- 2 batang serai diambil putihnya (dimemarkan)
- 4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu halus:
- 7 butir bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 0,5 sendok teh merica
- 2 buah keluwek diseduh
- 1,5 sendok teh ketumbar
- 50 gr kelapa parut disangrai
- 1 cm jahe dan 2 cm kunyit dibakar

Bahan sambal cabai rawit:
- 2 siung bawang putih
- dan 1/8 sendok teh garam
- 15 buah cabai rawit merah

Cara Membuat:



1.Rebus daging, iga sapi, air, serai, dan daun salam sampai empuk. Angkat. Ukur 2000 ml air kaldunya. Potong-potong daging dan iga sapi. Didihkan lagi.


2.Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang rebusan daging. Masukkan garam dan gula merah. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.


3.Sambal cabai rawit: rebus cabai rawit merah dan bawang putih sampai layu. Angkat dan tiriskan. Tambahkan garam. Haluskan.


4.Sajikan dengan cabai sambal cabai rawit dan taburan bawang merah goreng.




*Resep ini untuk 6 porsi.

MEMBUAT TELUR ASIN TANPA BAU ANYIR

On Selasa, 12 Oktober 2010 0 komentar


KALIAN tantu pernah makan telur asin kan? Nah, tahukah kamu mengapa telut itu bisa asin? Apakah memang asin ”dari sononya”, dari unggas yang menelurkannya? Atau persisnya bagaimanakah cara membuat telur itu menjadi asin?
Ambillah sebutir telur, misalnya telur ayam, amati kulit telurnya, nampak ”keras” bukan? Tapi tahukah kamu bahwa kulit telur itu sebenarnya ”tembus” alias berpori-pori. Nah kenyataan inilah yang kemudian digunakan untuk membuat telur asin.
telor-asinBahan membuatnya cukup mudah, bisa dari abu kosok, atau tanah yang dicampur garam dan air. untuk membuat telur asin tanpa bau anyir perlu ditambahkan parutan kunyit. beberapa pembuat telur asin menggunakan sekam yang dibakar. Kemudian dibalutkan pada telur-telur yang masih mentah. Lalu telur yang dibalut ”lumpur garam” itu didiamkan selama lebih dari satu minggu.
Setelah lebih dari dua minggu (atau lebih), telur di bersihkan dari ”lumpur” nya, lalu di rebus. Jadi deh telur asin.
IMG_2843Ada juga lho cara membuat telur asin tanpa melaburnya dengan “abu gosok”. tapi “direndam” dalam toples berisi air garam. Prosesnya sama saja koq, yaitu “meresapkan” garam ke dalam telur. 
Semua telur bisa di jadikan ”telur asin” namun kita sering menjumpai telur yang dijadikan telur asin adalah telur bebek yang berwarna kehijauan. Alasannya karena telur bebek memiliki ”kuning” telur yang ”lebih besar” dan berwarna terang menarik.
Telur asin tak hanya bisa dibuat dari telur bebek. Telur ayam juga bisa dipakai,meskipun tekstur yang dihasilkan akan sedikit berbeda. Sepintas, telur yang sudah dihasilkan terlihat seperti telur rebus biasa jika tidak dibungkus oleh abu berwarna hitam. Sebenarnya, apa kelebihan telur asin dibanding telur biasa?
Supaya telur lebih awet.
Awalnya, tehnik pengasinan telur ini dilakukan untuk memperpanjang umur simpan telur segar. Karena itu,telur asin (mentah ataupun matang)berkualitas biasanya bisa disimpan hingga lebih dari 2minggu. Selain itu,proses pengasinan juga bisa membuang bau amis pada telur (terutama telur bebek) dan menciptakan rasa yang khas.

sumber : http://ardhiii.wordpress.com
                  http://warungmuslimah.multiply.com

Mengenal getuk goreng, oleh-oleh khas banyumas

On Rabu, 06 Oktober 2010 0 komentar

Yogyakarta boleh punya bakpia, Semarang punya lumpia, tapi Sokaraja punya getuk goreng. Sokaraja merupakan kota kecil yang  terletak sekitar 7 km timur Kota Purwokerto, kabupaten Banyumas.  Kota yang masyarakatnya menggunakan bahasa Jawa dengan dialek Banyumasan atau ngapak ini memang dikenal sebagai pusat oleh-oleh getuk goreng. Bagi anda yang pernah melewati jalur utama selatan Jakarta-Bandung-Jogjakarta-Wonosobo pasti pernah melihat sejumlah pedagang yang menjajakan oleh-oleh getuk goreng. Salah satu kawasan yang menjadi pusat oleh – oleh ada di disepanjang Jl. Jenderal Sudirman Sokaraja.Biasanya saat musim liburan sekolah, tahun baru, dan menjelang atau sesudah lebaran, kawasan ini ramai dipadati wisatawan yang ingin membeli getuk goreng sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman. Getuk goreng memang cocok untuk oleh-oleh karena dapat disimpan atau bertahan hingga sepuluh hari.
Bila Anda ingin mengenal getuk goreng oleh-oleh khas Sokoraja, Banyumas mulai dari cara membuatnya adalah dari singkong, dibumbui gula kelapa dan dikemas dalam besek (orang banyumas menyebutnya piti, yaitu kemasan dari anyaman bambu). Pemilihan besek sebagai kemasan menjadikan getuk goreng sebagai oleh-oleh yang menarik dan unik. Getuk goreng Sokaraja dijual Rp 7.000/besek kecil berisi kurang lebih 4 ons.
Ingin getuk yang hangat? bisa saja. Pedagang akan melayani permintaan pembeli dengan senang hati. Getuk bisa digoreng mendadak sehingga anda bisa langsung mencicipinya selagi hangat. Ada cerita unik dibalik nama besar getuk goreng. Penemuan makanan khas getuk Sokaraja ini justru berawal dari ketidak sengajaan Pak Sanpringad, seorang penjual nasi keliling yang juga membuat getuk basah sebagai salah satu dagangannya.
Getuk basah yang beliau dagangkan tidak bisa terjual semua dan tidak mungkin dijual lagi karena pasti sudah basi. Dari sinilah lalu muncul ide untuk menggoreng getuk basah tadi agar awet, bisa tetap dikonsumsi dan kemudian bisa dijual.  Tidak disangka, ternyata resep baru tersebut digemari oleh para pembeli dan menjadi kuliner khas kota terseebut.

Bakmi Nyemek Bu Seto Banyumas

On Selasa, 05 Oktober 2010 0 komentar




Bagi Anda yang sering melakukan perjalanan darat lewat jalur selatan, tentu pernah mampir ke warung mie ini. Warung bakmi ini terletak di pinggir jalan raya tepatnya tidak jauh dari perempatan wijahan,  Kec. Kemranjen Banyumas.
Warung Bakmi Nyemek Bu Seto namanya. Kalau pas waktu lebaran atau pas liburan sekolah, banyak sekali pengunjung yang mampir baik yang memakai mobil maupun kendaraan bermotor roda dua.  Kalau Anda suka makan mie atau Anda kebetulan sedang bosan makan yang biasa-biasa saja, cobalah mencicipinya.

Mienya yang berwarna kuning pipih (seperti mie kwetiauw) dilengkapi dengan telur, irisan tomat, kol, suwiran ayam kampung, acar timun plus cabe rawit dan taburan bawang goreng berpadu dengan bumbu yang kalau dicium baunya.....mmm....pokoke gurih & nikmat. Tapi jangan salah, sangat jauh beda rasanya gurih disini dibandingkan dengan gurihnya rasa mie instan atau mie di restoran chineese food. Perpaduan bumbu dan gurihnya pas, serta memang terasa bakmi jawa/njawani tanpa terasa ada tambahan penyedap atau MSG. Mienya, ayam kampungnya, kuah nyemeknya, semuanya pokoke maknyuzzzz…… jajal bae nek ora ngandel !!!’
Courtesy of inyonge.com

Powered by Blogger