MEMBUAT TELUR ASIN TANPA BAU ANYIR
On Selasa, 12 Oktober 2010
0
komentar
KALIAN tantu pernah makan telur asin kan? Nah, tahukah kamu mengapa telut itu bisa asin? Apakah memang asin ”dari sononya”, dari unggas yang menelurkannya? Atau persisnya bagaimanakah cara membuat telur itu menjadi asin?
Ambillah sebutir telur, misalnya telur ayam, amati kulit telurnya, nampak ”keras” bukan? Tapi tahukah kamu bahwa kulit telur itu sebenarnya ”tembus” alias berpori-pori. Nah kenyataan inilah yang kemudian digunakan untuk membuat telur asin.
Setelah lebih dari dua minggu (atau lebih), telur di bersihkan dari ”lumpur” nya, lalu di rebus. Jadi deh telur asin.
Semua telur bisa di jadikan ”telur asin” namun kita sering menjumpai telur yang dijadikan telur asin adalah telur bebek yang berwarna kehijauan. Alasannya karena telur bebek memiliki ”kuning” telur yang ”lebih besar” dan berwarna terang menarik.
Telur asin tak hanya bisa dibuat dari telur bebek. Telur ayam juga bisa dipakai,meskipun tekstur yang dihasilkan akan sedikit berbeda. Sepintas, telur yang sudah dihasilkan terlihat seperti telur rebus biasa jika tidak dibungkus oleh abu berwarna hitam. Sebenarnya, apa kelebihan telur asin dibanding telur biasa?
Supaya telur lebih awet.
Awalnya, tehnik pengasinan telur ini dilakukan untuk memperpanjang umur simpan telur segar. Karena itu,telur asin (mentah ataupun matang)berkualitas biasanya bisa disimpan hingga lebih dari 2minggu. Selain itu,proses pengasinan juga bisa membuang bau amis pada telur (terutama telur bebek) dan menciptakan rasa yang khas.
sumber : http://ardhiii.wordpress.com
http://warungmuslimah.multiply.com


